Info Terbaru
Ahok Bingung Tahu Larangan Motor di Jalan Sudirman Mulai 17 Januari
Gabungan petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI mengarahkan pengendara sepeda motor yang akan melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014). Di hari pertama uji coba pembatasan sepeda motor sepanjang Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat, masih terdapat sejumlah pengendara yang belum mengetahui aturan tersebut.

Ahok Bingung Tahu Larangan Motor di Jalan Sudirman Mulai 17 Januari

INSTRAN.org – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat bingung ketika ditanya perihal perluasan area pelarangan sepeda motor. Ia membantah pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Benjamin Bukit yang mengaku telah mendapat insatruksi Basuki untuk memperluas area pelarangan motor pada 17 Januari mendatang, yakni dari Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan Sudirman.

“Kata siapa? Tanggal 17 Januari itu cuma mau evaluasi. Kalau ternyata kebijakan ini efektif ya diteruskan saja, tapi ya tetap kawasannya di Medan Merdeka Barat-Bundaran HI,” kata Basuki di Balaikota, Kamis (8/1/2015).

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan, perluasan area itu memang akan dilaksanakan. Namun, Pemprov DKI harus dapat menyediakan transportasi massal yang cukup terlebih dahulu dan fasilitas bus gratis.

Saat ini saja, lima unit bus tingkat gratis sumbangan Tahir Foundation belum dapat digunakan karena proses administrasi. “Kalau perluasan di Jalan Sudirman, sampai Ratu Plaza itu tunggu sampai busnya cukup dulu,” kata Basuki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Benjamin Bukit mengatakan Basuki telah menginstruksikannya untuk melakukan perluasan wilayah pelarangan sepeda motor pada 17 Januari 2015 mendatang. Pada evaluasi kebijakan, saat itu pula dilakukan perluasan wilayah pelarangan motor.

“Barusan tadi dia (Basuki) bilang sampai Jalan Sudirman. Jadi perluasannya jalurnya Sudirman sampai Ratu Plaza,” kata Benjamin.

Pria yang baru menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan selama tujuh hari itu menegaskan, tidak perlunya ada ujicoba untuk penerapan pelarangan motor hingga Jalan Sudirman. Sebab, pelarangan motor melintasi Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat dianggap telah cukup sebagai sosialisasi. Sehingga jika ada motor yang melanggar aturan ini akan langsung dikenakan sanksi.

“Kalau yang ruas Bundaran HI-Merdeka Barat, paska 17 Januari ada pengendara motor yang melanggar, dikenakan sanksi. Ujicoba ini saja, kami toleran,” ujar Benjamin.

Sumber Berita: Kompas.com, Jumat, 9 Januari 2015 | 09:04 WIB

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/09/09044031/Ahok.Bingung.Tahu.Larangan.Motor.di.Jalan.Sudirman.Mulai.17.Januari

One comment

  1. Ini namanya sistem Belanda Memonopoli Rempah-Rempah di Indonesia, sebaliknya kebijakan monopoli jalan yang diterapkan Gubernur Jakarta saat ini. Memancing demokrasi rakyat yang seharusnya tidak perlu ada. Baiknya ada kebijakan seperti ini, penanganan yang efisien akan masalah yang ada diimbangin ( demikian harus ada Jalur khusus motor yang hanya terprioritaskan untuk motor dalam Jalur tesebut dan tidak dilalui oleh roda 4) sehingga kebijakan tidak mengundang/ Rakyat/Masyarakat protes dan Berdemokrasi akan kebijakan terkait. Beberapa kutipan dari teman-teman/masyarakat sekitar sangat tidak responsif kebijakan Gubernur Jakarta saat ini, jelas kesenjangan sosial terjadi dimana hanya orang yang mimiliki mobil yang berhak melintas di jalur tersebut. Dari masalah yang ada, ternilai pemerintah lebih mementingkan kepentingan golongan tertentu dan demikian golongan yang lain tidak (rakyat dengan tingkat ekonomi dibawah rata-rata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates