Info Terbaru
Apa Kabar “One Day No Car” Warisan Jokowi?
Sejumlah sepeda motor milik PNS DKI yang terparkir di Balaikota Jakarta, Jumat (5/12/2014). Padahal, Jumat ini merupakan Jumat pertama di awal bulan yang mana para PNS seharusnya tidak diperbolehkan membawa kendaraan saat berangkat ke tempat kerja.

Apa Kabar “One Day No Car” Warisan Jokowi?

 Jakarta — Hari ini, Jumat (5/12/2014), merupakan hari Jumat pertama di bulan ini, yang artinya para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI menerapkan one day no car atau tidak membawa kendaraan ke tempat kerjanya.

Hal itu mengacu pada Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 150 Tahun 2013 tentang penggunaan kendaraan umum bagi pejabat dan pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang dikeluarkan Gubernur DKI sebelumnya, Joko Widodo.

Namun, bagaimana penerapan peraturan tersebut saat ini, setelah Jokowi tidak lagi menjadi pemimpin tertinggi di birokrasi DKI Jakarta?

Pantauan Kompas.com di Balaikota Jakarta, Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama tampak masih konsisten menjalankan peraturan tersebut.

Seperti yang dilakukannya dalam beberapa bulan terakhir, Ahok memilih menggunakan taksi. Ia tiba sekitar pukul 07.30 dengan menggunakan taksi.

Ternyata, tidak semua PNS DKI konsisten melakukan hal itu. Di lokasi parkir Balaikota tampak banyak PNS yang tiba dengan mengendarai sepeda motor, baik motor pribadi maupun dinas. Di pintu masuk area parkir pun tidak ada lagi papan peringatan seperti sebelumnya.

Pada awal-awal peraturan ini diterapkan, setiap hari Jumat pertama selalu ada petugas yang berjaga di pintu masuk area parkir. Mereka mencegat PNS yang hendak lewat.

Salah seorang PNS yang kedapatan membawa motor, Lukman, bahkan mengaku lupa bahwa hari ini sebenarnya ia tidak boleh membawa kendaraannya itu. “Wah, iya juga ya (ada pelarangan membawa kendaraan). Lupa saya,” kata PNS yang tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur, itu.

PNS lainnya, Endi, mengaku masih ingat dengan peraturan tersebut. Namun, ia mengaku lebih memilih tetap menggunakan motor karena penindakan terhadap PNS yang melanggar peraturan tersebut sudah mulai mengendur.

“Sudah enggak seheboh dulu. Dulu kan sampai ada yang jaga-jaga di depan. Kalau ketahuan bawa motor sendiri langsung enggak dibolehin masuk,” ucap PNS yang tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu.

Ingub Nomor 150 Tahun 2013 mulai diberlakukan per tanggal 3 Januari 2014. Ahok, yang saat itu masih menjadi wakil gubernur, sempat enggan untuk mengikuti peraturan tersebut dengan alasan dia bukan PNS dan kepadatan jadwal kegiatan yang harus dijalankannya.

Ingub berlaku untuk semua PNS, termasuk pejabat di semua tingkatan eselon, mulai eselon I hingga IV. Namun, Ingub tidak berlaku untuk kendaraan dinas operasional seperti mobil ambulans, mobil pemadam kebakaran, truk pengangkut sampah, dan mobil derek.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/12/05/09205221/Apa.Kabar.One.Day.No.Car.Warisan.Jokowi.

One comment

  1. Harusnya kendaraan dinas itu ditiadakan saja, kalau memang ga bisa beli kendaraan ya terima saja, tidak perlu diberikan kendaraan dinas segala… Sekali lagi di negara kita ini ibarat hangat2 kotoran ayam… awalnya saja semangat, ke belakangnya udah seperti dulu lagi… Harus ada sanksi tegas bagi pelanggar aturan tersebut !! PENGAWASAN juga !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates