Info Terbaru
Pengendara Motor Dilarang Melintas, Ini 11 Lokasi Parkir yang Disediakan DKI

Pengendara Motor Dilarang Melintas, Ini 11 Lokasi Parkir yang Disediakan DKI

Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan sebanyak 11 lokasi parkir untuk mendukung penerapan pelarangan sepeda motor di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit mengaku telah melakukan perjanjian kerja sama dengan pengelola gedung di sana untuk menyediakan lahan parkir bagi para pengendara sepeda motor.

Gedung yang menyediakan lahan parkir adalah Gedung Jaya, Gedung Bank Dagang Negara (BDN), Djakarta Theatre, Sarinah, Gedung BII, Gedung Oil, Plaza Permata, Gedung Kosgoro, Hotel Pullman atau Wisma Nusantara, Grand Indonesia, dan The City Tower.

“Kesebelas tempat itu bisa menampung 9.318 mobil dan 5.128 unit sepeda motor,” ujar Benjamin, saat dihubungi, Senin (24/11/2014).

Dishub, lanjut dia, akan mengoptimalkan penggunaan lapangan eks IRTI Monas dan lahan parkir Carrefour Harmoni. Mengenai tarif parkir yang akan dibebankan, Benjamin mengaku hal itu bergantung pada kebijakan masing-masing pengelola gedung. “Untuk sementara masih disesuaikan dengan tarif parkir yang berlaku setempat,” ujar Benjamin.

Setelah pengendara memarkirkan kendaraannya di lahan parkir, Benjamin berharap minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum maupun bus tingkat semakin tinggi. Pemprov DKI rencananya akan membeli sebanyak 70 unit bus tingkat gratis untuk mendukung kebijakan tersebut.

Kebijakan pelarangan sepeda motor di sepanjang Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat ini akan berlaku pada 17 Desember mendatang. Wacana ini digulirkan untuk mengurangi tingkat kecelakaan sepeda motor.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, 70 persen kecelakaan di Jakarta adalah kecelakaan sepeda motor. Kemudian, 60 persen pengendara kendaraan roda dua meninggal dunia karena kecelakaan motor. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan jumlah korban meninggal karena kasus virus ebola.

Sumber: kompas.com, 24 November 2014

One comment

  1. kalau sudah seperti ini, semakin mempersempit ruang para pengendara sepeda motor untuk protes akan kebijakan ini… Angkutan umum harus di optimalkan terutama transjakarta dan commuter line… karena angkutan umum yang agak memadai hanya dua itu saja menurut saya… apalagi akan ada ratusan unit bus tambahan dari transjakarta yang akan di operasikan di tambah 70 unit bus dari pemprov DKI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates