Info Terbaru
Transisi Pengelolaan Transjakarta dan Peningkatan Mutu Pelayanan
Foto bersama anggota DTKJ

Transisi Pengelolaan Transjakarta dan Peningkatan Mutu Pelayanan

Jakarta – Pada hari Kamis, 11 Desember 2014 Dewan Transportasi Kota Jakarta mengadakan dialog publik tentang Transisi Pengelolaan Transjakarta dan Peningkatan Mutu Pelayanan di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti.

Dialog ini dilakukan sebagai upaya memperoleh pemahaman yang sama oleh semua pemangku kepentingan tentang masa transisi dan hal-hal yang sedang dan akan dilakukan dalam meningkatkan mutu pelayanan oleh operator baru berdasarkan rekomendasi tentang langkah dan jadwal rencana aksi yang diperoleh.

“Seluruh karyawan UP akan didata ulang dan akan tetap dipekerjakan oleh PT. Transportasi Jakarta dengan penghasilan yang tetap,” kata Priyantodari UP TransJakarta Busway.

Anggota Dewan Transportasi Jakarta dari Unsur Pengguna Transportasi David Tjahjana mengharapkan pengelola TransJakarta fokus pada mutu layanan dan kepuasan pengguna dengan berkoordinasi dengan pihak lain dan melibatkan komunitas pengguna dalam memenuhi standar pelayanan minimum.

June Tambunan mewakili Operator Konsorsium Eksisting mengharapkan pemerintah dapat melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelayanan busway. Ia mengatakan pihaknya merupakan perintis angkutan busway beresiko tinggi. Permasalahan yang dihadapi saat ini salah satunya adalah kelangsungan yang tidak jelas, kontrak tidak seimbang dan tidak jelas, tarif Rp./Km belum wajar;SPM baru diterbitkan setelah 7 tahun beroperasi; adanya minimum pencapaian Km; hambatan operasional. Jun berharap Dinas Perhubungan mengkaji persentase bus SO terhadap SGO dan SG dalam perhitungan Rp/Km; dilakukannya penyesuaian tarif terkait dengan kenaikan harga bahan bakar. Ia mengatakan pihaknya merugi di Koridor 5 dan 7 setiap bulannya.

Rini yang pernah menjabat sebagai Kepala Transjakarta mengakui bahwa dirinya sering melawan aturan. Ia melihat bahwa operator selama ini sangat tidak efisien dan mengharapkan segera melakukan terobosan untuk masalah maintenance operasional. Rini meminta Kementerian Perhubungan untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah transportasi di DKI Jakarta. (Julia)

2 comments

  1. Saya bekas angg DTK-J 2004-2007,ada sedikit pertanyaan:1.Banyak tempat parkir di Mall yg disewakan kepada Bursa Mobil,apakah ini menyalahi peraturan DKI atau tidak,karena tempat parkir tsb diokupasi sepanjang waktu,sehingga mengurangi jatah parkir pengunjung mall tsb,2.Ada rencana Pemda DKI yg akan membatasi umur kend pribadi hanya 10 th,mohon tanggapan,karena banyak pemilik mobil dari kalangan bawah yg tidak mampu membeli mobil dengan umur yg muda,apa tidak ada cara laen.Jangan samakan DKI dgn Singapura,padahal banyak cara2 yang laen yang lebih elegant,apa kalian yang mengaku akhli2 transportasi tidak tahu.
    Terima kasih
    Hormat saya
    M.Wirjohardjo

  2. Saya mantan angg DTK-J,ada sedikit pertanyaan:1.Banyak tempat parkir umum utk pengunjung mall yg disewakan kpda Bursa Mobil,apakah ini tidak berlawanan dgn peraturan Pemprov DKI yang mana parkir adalah fasilitas utk pengunjung mall,tapi skrg diokupasi selamanya oleh Bursa Mobil.2.Rencana Pemprov DKI utk melarang mobil pribadi yang berumur > 10 thn,apakah ini tidak merugikan orang kecil yang tidak mampu membeli mobil yang muda.Jakarta kan bukan Spore,menurut saya masih banyak cara laen dengan tidak harus melarang mobil tua di Jakarta.
    Salam
    M.Wirjohardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates